Sabtu, 25 April 2009

Hati2 dengan kebanggaan barang sendiri melebihi kasih sayang dengan anak......

Dear Bro and sis

Hati2 dengan kebanggaan barang sendiri melebihi kasih sayang dengan
anak......
ya anak sendiri ataupun anak orang lain ....
jadi jika ada sesuatu yang aneh yang membuat kita emosi obat nya harus
istigfar 3x ......



Entah sudah berapa kali aku menerima kiriman email berisi cerita berikut
ini. Namun setiap kali aku membacanya, air mata ini tak terasa selalu
berlinang. Semoga bisa jadi nasehat bagiku, dalam mendidik anak ku.
Berikut ceritanya.....

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar
meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak
tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.
Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk
bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang
dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai
tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari
marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru
ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak
jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan
kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin
menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka
ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya,
gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut
imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu
rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil
yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama
lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus
menjerit, 'Kerjaan siapa ini !!!' .... Pembantu rumah yang tersentak
dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah
padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi
diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak
tahu..tuan.' 'Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?'
hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari
kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata 'DIta yg membuat gambar itu
ayahhh.. cantik ...kan!' katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja
seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang
ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2
ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis
kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si
ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas
dengan hukuman yang dikenakan.
Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup
lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya.
Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut
menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil
luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil
menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga
menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si
pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan
anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah
tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. 'Oleskan
obat saja!' jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang
menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi
pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah
menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari
bertanya kepada pembantu rumah. 'Dita demam, Bu'...jawab pembantunya
ringkas. 'Kasih minum panadol aja ,' jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk
kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita
dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu
badan Dita terlalu panas. 'Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00
sudah siap' kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah
dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit
karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap
dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. 'Tidak ada pilihan..' kata
dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong
karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut...'Ini sudah
bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus
dipotong dari siku ke bawah' kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan
terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti
berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata
isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan
pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan
habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua
tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian
ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua
menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan
air mata. 'Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak
mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah..
sayang ibu.', katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa
sedihnya. 'Dita juga sayang Mbok Narti..' katanya memandang wajah
pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

'Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak
akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?...
Bagaimana Dita mau bermain nanti?... Dita janji tdk akan mencoret2 mobil
lagi, ' katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar
kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah
terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada
akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan
ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski
sudah minta maaf...

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran
bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya
dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi...,
Namun...., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb
tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..



'Sangat patut jadi renungan. Saya harap dapat disebarluaskan'

Kamis, 04 Desember 2008

Membahagiakan suami sejak malam pertama

“Dan sebagian dari tanda – tanda kekuasaan –Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian benar terdapat tanda – tanda kekuasaan-Nya bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21).

Ayat ini jelas menyatakan, bahwa Allah menciptakan para istri bagi para suami adalah sebagai penenteram, agar para suami hidup tenteram bersama istrinya. Kemudian Dia jadikan keduanya rasa kasih dan sayang. Hal ini menunjukkan bahwa Dia menghendaki agar kehidupan persuami – istrian bagi segenap hamba-Nya dapat membuahkan kebahagiaan, bukan hanya kebahagiaan di dunia yang fana belaka melainkan kebahagiaan yang abadi di akherat kelak.


Setelah kursi pelaminan telah terlewati sesuai dengan tata pernikahan yang baik dan benar, otomatis seorang wanita adalah sebagai istri dari seorang suami , sehingga rona kehidupan bersuamipun mulai mewarnai kehidupan sehari – harinya. Itulah rona kehidupan yang benar – benar baru dan amat berbeda dari kehidupan sebelumnya.

Rona kehidupan yang baru itu harus benar – benar disadari oleh seorang istri. Dengan bersuami, niscaya dia tidak sendiri lagi, perubahan status pasti terjadi, aneka hikmah bersuami dapat digali, kebahagiaan hidup siap menanti, tetapi aneka penyebab konflik pun mesti diwaspadai.

Dengan bersuami kini seorang wanita mulai hidup serumah dengan pria yang dia cintai sebagaimana telah menjadi dambaan sejak jauh sebelum menikah. Di balik kehidupan serumah dengan pria tercinta itulah ada konsekuensi tersendiri yang harus disadari dan ada tanggung jawab yang harus di emban dengan baik.

Bersenang – senang dan bermesraan dengan suami memang merupakan keharusan bagi setiap istri. Baik ketika masih pengantin baru maupun telah bertahun – tahun. Namun sebagai insan muslimah yang baik, para istri hendaknya tetap menyadari betul bahwa pria yang mengajaknya hidup serumah itu adalah orang lain, bukan kakaknya sendiri dan bukan pula sanak saudaranya, tetapi ia rela berkorban untuknya, rela mencukupi segala kebutuhan hidupnya, rela bekerja mencari dan memberi nafkah keluarga, rela memimpinnya dengan penuh tanggung jawab, rela membimbingnya ke jalan yang benar dan rela pula berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakannya.

Menyadari akan hal itu, maka seharusnya para istri menyadari pula bahwa dirinya berkewajiban menghormati suami tercinta, berbakti kepadanya dengan ketulusan hati, menerima pemberian nafkah dan segala pemberian darinya dengan perasaan puas, bersedia mengatur ekonomi keluarga suaminya dengan baik dan benar, ikhlas memberikan pelayanan seksual secara maksimal, siap mendampingi tegaknya keimanan suami, tekun menata rumah suami dengan sebagus mungkin, berusaha menyejukkan pergaulan keluarga suami dan mempersiapkan diri untuk mendidik anak – anak yang bakal dilahirkannya dengan penuh kearifan.

Itulah kesadaran yang seharusnya muncul di benak setiap istri. Ia tidak hanya siap menerima kebahagiaan dari suami tercinta, tetapi juga siap untuk memberikan kebahagiaan kepadanya dengan upaya seoptimal mungkin.

Kebahagiaan memang harus dicapai dengan upaya yang maksimal. Dan satu upaya yang tidak boleh ditinggalkan ialah mewaspadai segala kemungkinan yang dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam keluarga, utamanya suami istri itu sendiri dan jika frekuensinya cukup tinggi, niscaya kebahagiaan keluarga akan memudar dan bahkan sulit diharapkan kehadirannya.

Suami yang kesibukannya nyaris dilakukan di luar rumah, bisa jadi menimbulkan berbagai kecurigaan dan prasangka yang tidak baik bagi istri di rumah. Demikian halnya dengan kesibukan istri, meskipun kebahagiaan harus dilakukan di dalam rumah, bisa saja menimbulkan kecurigaan bagi suami. Terlebih lagi dewasa ini kita tidak bisa menutup mata, bahwasanya tidak sedikit para wanita muslimah yang harus bekerja menggeluti profesinya di luar rumah.

Beda pendapat antara seorang dengan orang lain adalah hal wajar dan manusiawi. Tidak terkecuali antara suami dengan istri. Namun demikian, tidak jarang perbedaan pendapat itu muncul berlebihan dan meruncing menjadi suatu konflik atau bahkan pertengkaran yang sangat merugikan masing – masing pihak. Selama perbedaan pendapat itu tidak berkenan langsung dengan masalah akidah, seorang istri hendaknya tetap menyadari sebagai rahmat. Dengan beda pendapat, keputusan akan lebih matang dan kebijakan keluargapun akan lebih arif. Kebijakan yang dibuat akan diberlakukan dalam sebuah persuami-istrian, akan lebih menyentuh kemauan setiap individu anggota keluarga dan lebih menampung aspirasi mereka. Oleh karenanya , kedua belah pihak hendaknya sama – sama mengutamakan kearifan sikap dan menonjolkan prasangka baik. Tidak mudah terpancing oleh segala sesuatu yang belum jelas akar permasalahannya, berlapang dada dalam menghadapi segala hal, termasuk mencurigakan hal sekalipun, tidak membiasakan diri melakukan hal – hal yang dapat mengundang kesalahpahaman, membiasakan diri untuk menjelaskan apa yang terjadi sesungguhnya terjadi dan senantiasa mendahulukan kejernihan berfikir diatas emosi dan tidak egois.

(Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi setiap wanita)

Selasa, 28 Oktober 2008

Arti Cinta

Dalam hidup ini kita banyak mengenal kata CINTA.

Cinta menjadi suatu tema yang tidak akan pernah habis untuk di ulas. Cinta gak pernah mati.

Cinta adalah suatu kisah yang takkan habis untuk diceritakan. Setiap orang pasti pernah merasakan jatuh cinta dalam kehidupannya. Cinta adalah sesuatu yang sangat indah yang tiba-tiba muncul ke permukaan, entah pada pandangan pertama atau pertemuan yang sering terjadi. Cinta bisa ditumbuhkan dalam hitungan detik atau bahkan kita sendiri tidak tau sudah berapa lama cinta itu bersemayam di hati kita. Cinta itu memang aneh, kata orang cinta itu menyakitkan tapi juga bisa membuat dunia ini menjadi indah.

Kita kadang terbuai dengan perasaan cinta yang melambungkan kita bahkan membawa setiap langkah ke manapun pergi. Kita bahkan terhanyut dengan perasaan ini sehingga tanpa sadar bila mengingatnya kita akan tersenyum sendiri, membuat tidak konsentrasi karena bayangnya tidak akan lepas dari ingatan. Cinta adalah perasaan yang membuat dirinya begitu berharga bagi kita. Cinta kita yang tulus bukan jaminan bahwa cinta dia juga tulus. Cinta itu bukan balasan karena kita telah mencintainya, tetapi cinta adalah sesuatu yang tumbuh karena kita memupuknya. Biarkan cinta tumbuh dengan sendirinya, bukan karena paksaan dan keharusan.

Bahkan bila kita telah menyerahkan segenap cinta kita pada seseorang bersiaplah untuk sakit hati. Karena kadang kita harus melepas mereka pergi walaupun kita masih mengharapkannya. Sangat menyedihkan memang saat kita harus membiarkan cinta itu pergi dan harus menutup hati itu rapat-rapat. Betapa kita baru menyadarai ada sesuatu yang sangat berharga setelah segalanya berlalu meninggalkan kita. Hingga kita merasa kehilangan bahkan menyesali karena kesempatan itu tak kita manfaatkan.

Kadangkala kita terlalu lama menutup pintu tersebut dan tidak menyadari pintu lain yang terbuka. Mungkin Tuhan sengaja mempertemukan kita dengan cinta yang telah pergi itu sebelum mempertemukan kita dengan soulmate sesungguhnya karena dengan itulah kita kan merasa bahwa betapa berharganya anugrah itu. Cinta itu tidak untuk dilupakan karena kita tidak akan memperoleh masa depan yang cerah bila melupakan masa lalu yang menyakitkan. Cinta tidak harus memiliki. Atas nama cinta kita rela kehilangan demi kebahagiaan orang lain. Walau terasa berat untuk dilakukan. Tetapi bukan berarti kita tidak berusaha untuk mendapatkannya. Seberat apapun rintangan yang menghalangi, sesulit apapun kita berusaha mendapatkannya. Kita tidak boleh menyerah sedikitpun asal di hati kita selalu ada keyakinan.


Jangan pernah ucapkan selamat tinggal, bila kamu masih ingin mencoba.

Jangan pernah lelah mencintai, bila kamu masih punya harapan.

Jangan pernah ucapkan tidak mencintainya lagi bila kamu tidak bisa membiarkannya pergi.

Cinta itu milik mereka yang mempercayai walaupun pernah dikhianati, masih memiliki harapan walaupun pernah disakiti dan bagi mereka yang mempunyai keberanian untuk mempercayai kembali cinta. Cinta bukanlah untuk mencari seseorang yang sempurna tetapi seseorang yang membuat kita menjadi sempurna. Hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari CINTA itu...

Kamis, 23 Oktober 2008

CARA NGETES UANG PALSU INDONESIA

Banyaknya pemalsuan di negara kita mengharuskan kita waspada. Di bawah ini ada beberapa tips untuk mengetes keaslian uang rupiah dengan cara yang gampang sekali.# Mengetes uang Rp 100.000 - 50,000 dan 20,000 an 1. Lipat menjadi 4 bagian secara simetris memanjang 2. Tekan uang tersebut dengan perasaan secukupnya 3. Buka perlahan-lahan lipatan uang tsb 4. Bila kacamata Bung Hatta,WR Supratman atau Ki Hajar pecah berarti palsu 5. Khusus 50.000 an, periksa teks lagunya, kalau bukan Indonesia raya pasti palsu

# Mengetes uang Rp. 10,000
1. Lipat menjadi 4 bagian secara memanjang
2. Tekan uang tersebut dengan tekanan secukupnya
3. Kalau uangnya jadi basah karena kawahnya tumpah; atau kalau konde Cut Nyak lepas berarti palsu

# Untuk uang Rp.5000
1. Ambil sisir rambut di rumah, kemudian gesekkan pada uang tersebut.
2. Apabila jenggot Imam Bonjol rontok berarti pa lsu. Apabila tambah panjang berarti palsu juga!!

# Untuk ngetes palsu-tidaknya seribuan - 1.000
Cari SD Negeri terdekat, cukup taruh di trotoar depan sekolah, kalau hilang berarti asliĆ¢€¦.

# Uang 500 an kertas
agak susah dites, karena anak-anak SD aja sudah nyuekin, satu-satunya cara adalah remes kenceng2, kalau monyetnya teriak berarti palsu..

Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, "Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?"Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab "Ya.. tergantung. Apakah pria di sebelah anda itu suami anda?"Dengan sangat serius dia balik bertanya "Bagaimana anda tahu?!"

"Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.

"Inilah jawabannya! SETIAP ikatan memiliki siklus. Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda.Telepon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan.Ngga perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan "jatuh" cinta!

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta "Bayangkan ekspresi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.

Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan. Tapi? Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar, perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.

Perlahan tapi pasti.. telepon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada?

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu,namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?" mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau darikeduanya.. Nah lho!

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas? Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar. Berbagai macam cara, bentuk, dan ukuran untuk pelampiasan ini.

Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya,hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupunhal-hal yang menyolok lainnya.Tapi tau ngga?! Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada didalam pernikahan itu sendiri.

Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya. Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa! Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik.

Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda). Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yangpernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah. Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang. Itu adalah siklus...Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)

KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontanCinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi! Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari kehari.

Benar juga ungkapan "diperbudak cinta"Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik . Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.

Cinta bukanlah MISTERI Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpapasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.Ini merupakan reaksi sebab akibat.

Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa "MEMBUAT" cinta, bukannya "JATUH". Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..!

jika ia sebuah cinta.....ia tidak mendengar...namun senantiasa bergetar....

jika ia sebuah cinta.....ia tidak buta..namun senantiasa melihat dan merasa..

jika ia sebuah cinta.....ia tidak menyiksa..namun senantiasa menguji..

jika ia sebuah cinta.....ia tidak memaksa..namun senantiasa berusaha..jika ia sebuah cinta.....ia tidak cantik..namun senantiasa menarik..

jika ia sebuah cinta.....ia tidak datang dengan kata-kata..namun senantiasa menghampiri dengan hati..

jika ia sebuah cinta.....ia tidak terucap dengan kata..namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

jika ia sebuah cinta.....ia tidak hanya berjanji..namun senantiasa mencoba memenangi..jika ia sebuah cinta.....ia mungkin tidak suci..namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta.....ia tidak hadir karena permintaan..namun hadir karena ketentuan...

jika ia sebuah cinta.....ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..

CINTAILAH pasangan anda, seperti anda INGIN DICINTAI olehnya? SETIALAH pada pasangan anda, seperti anda INGIN MENDAPATKAN KESETIAANNYA?